Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Allah Tidak Akan Jatuh Miskin

on September 8, 2011

Beberapa hari ini saya merasakan kehilangan diri saya. Semangat dan optimisme berubah tiba-tiba hilang. Saya mulai menikmati hidup sebagai orang pendiam. Semua canda tawa teman-teman terasa hampa dan saya sangat sulit untuk ikut tersenyum. Ya, saya kehilangan semangat.
Dalam sebuah kesempatan berkumpul bersama teman-teman PPL saya melihat teman saya membawa kartu tarot (saya sempat berpikir, ini anak pasti peramal). Tapi dia bilangnya seorang terapis untuk orang-orang yang sedang stress dan mengalami kegilaan seperti yang saya alami saat ini. Entah kenapa saya merasa penasaran dan meminta waktu untuk bermain tarot, siapa tahu bisa membantu saya mengatasi kepenatan hati dan pikiran saya.
Sebelum memulai, dia mengesankan kami dengan gayanya yang berubah seketika, dari melambai menjadi sangat berwibawa. Dia menjelaskan banyak hal sebelum memulai. Dia bertanya pada kami, “kenapa kalian percaya Tuhan?” saya sempat berpikir mungkin anak ini akan mengarahkan kami ke pemikiran yang sesat, namun ternyata pikiran saya salah. Dia menganalogikan Tuhan layaknya energy, Dia tidak dapat dilihat, tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tapi Dia ada dan menjadi inti dari semua kehidupan, itulah Tuhan. Dia melanjutkan dengan hukum *…..* saya lupa namanya, intinya ada 3, yaitu ask, answer, dan receive. Yang pertama adalah meminta. Tuhan adalah dzat yang mahakaya yang tidak akan pernah jatuh miskin. Jadi, kenapa kita enggan meminta atau tidak meminta hal yang sebaik-baiknya. Saya pernah meminta untuk mendapatkan IPK 3,75 dan benar hal itu terkabul bahkan saya mendapat 3,83… sungguh, teman saya meminta pada Tuhan untuk dapat IP 4 dan benar dia mendapatkannya. Saya jadi agak menyesal kenapa saya tidka minta yang terbaik saat itu. Seandainya saya meminta IP 4 insyaallah saya bisa mendapatkan. Alam bawah sadar akan membawa saya untuk meraihnya. Selain itu perlu juga fokus dengan doa-doa kita, saya juga agak menyesal tidak memaksimalkan doa-doa saya terkait mimpi2 saya, karena Allah telah menjanjikan akan mengabulkan setiap doa. Saya merasa sangat lalai dan tidak mempercayai secara maksimal kekuasaan dan kemahadayaan Allah. Selanjutnya, setelah meminta biarkan Allah menjawab dan bersiaplah untuk menerima. Sangat mudah…
Sewaktu bermain kartu tarot saya merasa diadili di depan umum. Keadaan diri saya dibuka blak-blakkan demi mendapatkan penyelesaian akan pikiran saya yang sedang kalut. Inti dari semua masalah yang melanda saya ternyata adalah karena saya sedang futur, bahkan sangat futur kata teman saya sehingga secara tidak langsung saya menjauh dari Allah, menjauh dari kedamaian dan optimism masa depan. Astagfirullah…
Mulai sekarang saya tidak ingin kehilangan diri saya lagi. Optimisme dan mimpi-mimpi harus terus terjaga. Jangan lupa meminta! Meminta pada Dia yang Mahakaya. Apapun itu tidak ada yang mustahil bagi Allah karena Allah tidak akan pernah jatuh miskin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: