Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

20 Tahun Lagi…

on September 1, 2011

Kawan aku ingin bercerita tentang kita 20 tahun yang akan datang. Tentang apa yang kita lakukan saat ini. Tentang apa yang kita punya saat ini. Tentang mimpi-mimpi yang saat ini kita yakini. Tentang kehidupan 20 tahun yang kita rencanakan saat ini.
Yang kita lakukan saat ini, saat kita masih muda dan penuh tenaga. Kita tidak melakukan hal yang sama tapi aku yakin kita melakukan hal yang baik. Karena kita selalu ingat bahwa masa ini akan kita pertanggungjawabkan kelak dihadapan Sang Pencipta. Yang kita lakukan sekarang tidaklah sama sehingga kita tidak pernah bosan bercerita tentang kehidupan masing-masing. Tentang bisnis forex, murid les, artikel yang dimuat di Koran, demonstrasi, siaran radio, dunia gadget, karya tulis, debat, sampai rencana makan-makan bulan depan dan siapa yang mendapat giliran mentraktir.
Kawan saat ini kita belum punya apapun, masih meminjam pada orang tua semuanya. Maka aku bangga dengan rencana-rencana masa depan kalian yang dimulai dengan apa yang kalian punya sekarang. Sesederhana apapun hidup kita saat ini, masa depan adalah suci. Dan aku suka semangat kerja dan ibadah kalian untuk masa depan yang kita impikan bersama. Saat ini kita punya sedikit. Maka akan kita pastikan bahwa kelak 20 tahun lagi kita akan punya banyak sekali. Bukan, bukan untuk kita. Kita harus punya banyak agar kita bisa banyak member.
Mimpi. Sudah aku mulai merangkai mimpi-mimpi dan mewujudkannya satu per satu. Begitupan dengan mimpi-mimpi kalian yang tinggi. Kita gagal bersama-sama. Ketika salah satu dari kita berhasil, kita merasakannya bersama-sama pula. Tidak ada yang mempunyai hak untuk kecewa terlalu lama atau menyerah pada nasib. Masa depan masih suci dan siap kita isi. Mimpi-mimpi itu telah diagendakan oleh Tuhan untuk kita raih. Tugas kita adalah mewujudkannya. Ibarat kita sedang membuat proposal maka kita butuh waktu untuk meyakinkan dan mempersiapkan diri sampai uang kegiatan bisa cair.
Kawan akankah kita masih semesra saat ini 20 tahun lagi. Saat kita sudah disibukkan dengan polah anak-anak kita dan hiruk pikuk kehidupan keluarga kecil masing-masing. Masihkan kita punya waktu untuk saling mengunjungi, saling menasehati dan mengingatkan. Walaupun saat itu pasti kita sudah mempunyai kawan baru, sahabat baru dan keluarga baru. Bukanlah saat itu aku masih ada dalam pikiran dan hatimu?
20 tahun lagi, akankah kita mengingat lagi masa susah dan penuh kegilaan yang kita lalui bersama. Bermimpi-mimpi masuk restoran mewah dan punya mobil mewah bermerk Mazda 2. Maka akan kupastikan suatu saat aku datang mengetuk pintu rumahmu aku sudah mengendarainya bahkan lebih mewah dan kece. Sekarang kita harus menabung untuk bisa makan di restoran mahal yang hidangannya tidak mengenyangkan. Maka akan kupastikan kita akan membuat janji untuk bersua kembali di tempat terindah di dunia ini. Belahan dunia mana yang ingin kau jajah terlebih dulu? Aku pun akan menjajah belahan bumi yang lain, di tempat terindah itu kita akan bercerita tentang kisah hidup dan perjuangan masing-masing.
Akanlah 20 lagi kita masih menjadi pemimpi seperti sekarang? Aku berharap iya. Dunia mimpi adalah dunia yang membuat kita terus hidup hingga sekarang. Maka tidak akan aku tinggalkan dunia yang menyatukan kita.

Advertisements

2 responses to “20 Tahun Lagi…

  1. ff says:

    Bukan maksud membenarkan atau menyalahkan, tidak, hanya beberapa kalimat yang melintas bersamaan dengan air mata yang hampir terevaporasi, ingin kusampaikan bisikan yang terserak dalam benak. Ketulusan jiwa itu menjadikan sesuatu yang indah ini menjadi kian sempurna. Akan seperti apa kita? Itu hak kita masing-masing. Menjadi pemimpi dan pribadi yang berambisi hingga visi dicapai dan memulai bermimpi kembali, ataukah justru menyudahi? Tidak, tidak semudah itu kita putuskan untuk berhenti, bermimpi bukan berarti menjadi pemimpi namun mimpi adalah pijakan awal untuk kita meloncat di zona avirmasi, berlari, sampai, dan kemudian memulai mimpi kembali. Sebelum semua telah dipaksa berhenti oleh sang Pemilik mimpi. Hiruplah nafas perjuangan dengan mimpi. Tidaklah bijak bila menyimpulkan sebelum waktunya. Bila persahabatan ini bukan karena materi atau tendensi pribadi maka kata “sahabat” bukan hal yang berat untuk kita genggam sampai nanti. Mungkin Tuhan akan mempertemukan orang yang salah sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat. Kuharap itu bukan kalian. Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba, jangan sesekali menyerah bila kita masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan aku tidak suka kalian bila kita tidak dapat melupakan. Masih ada harapan sesakit apapun kita dikecewakan. Walau bunga mawar ini menancapkan duri di jari harum aroma nan mewangi itu masih bisa kita nikmati, kita hanya bisa saling membantu untuk menjadi diri kita masing-masing. Kompatibilitas yang paling benar tidak diukur dari seberapa lama kita bersama atau seberapa sering kita bertemu tetapi selama kita bersama seberapa kita selalu saling mengisi satu sama lain dan membuat hidup yang berkualitas. Kesedihan dan kerinduan hanya akan ada selama yang kita ingikan, dan menyayat sedalam yang kita ijinkan, yang berat bukan bagaimana cara mengulangi kesedihan dan kerinduan tetapi bagaimana cara kita mau belajar darinya. Mudah bagi seseorang melupakan orang yang pernah tertawa dengannya tetapi tidaklah mudah melupakan orang yang pernah menangis bersama. Sobat, kuharap tangan yang berjabat itu bukanlah fatamorgana. Kalian adalah pribadi istimewa yang pernah menempati tempat special dalam hati…

  2. thanks Elsana,
    semoga suatu saat kita bertemu saling bercerita tentang kesuksesan masing2. apapun kesuksesan itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: