Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Assalamualaikum Ibu…

on August 29, 2011

Sebuah kata yang diucapkan bocal kecil 12 tahun disebuah dundukan tanah yang masih merah
Dirapikannya butir-bitur tanah yang berserakan, assalamualaikum Ibu…
Dua hari yang lalu dia melihat ibunya menahan sakit sambil terus memanjatkan dzikir
Kini dia tak lagi melihat ibunya menahan sakit lagi bahkan tak bisa lagi melihat wajah ibunya yang teduh
Bocah itu tidak menangis, entah karena dia sudah pahami hakikat hidup ini ataukah dia sudah tak sanggup lagi menangis
Adiknya masih kecil dan tak tahu apa-apa, dia melihatnya dengan sayup…dia diamanahi seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan ibu yang sungguh dicintainya
Pada suatu jumat diakhir ramadhan, malam ganjil lepas sholat jumat
Sebuah waktu yang baik untuk kembali ke haribaanNya
Adikku yang tak lagi bisa mencium tangan ibumu setiap pagi
Sungguh, kini kau harus menjadi anak yang berbakti yang pahalanya terus mengalir baginya
Wanita yang kuat, yang menyayangimu dengan hari dan jiwanya
Yang bertaruh keringat dan air mata untuk hidupmu
Yang menyembunyikan lelah dan kesakitan demi melihatmu tertawa
Dia yang bangun lebih pagi, mendekat pada Allah dan memanjatkan doa untukmu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: