Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Saya Bukan Mahasiswa Beprestasi, saya Aktivis Berprestasi, hehe…

on August 28, 2011

Lagi-lagi saya gagal dalam mewujudkan salah satu mimpi saya menjadi mawapres, sebuah mimpi yang tentunya diinginkan oleh semua mahasiswa yang tahu dan mau berprestasi. Sebuah prestasi puncak yang diinginkan oleh jiwa-jiwa perindu prestasi dan saya termasuk di dalamnya. Sudah saya persiapkan semua, saya siap tempur menatap seleksi tingkat prodi melawan siti fathonah dan erny ratnawati. Sayang Allah sungguh ingin saya menjadi orang yang kuat. Sebuah kecelakaan tunggal menipa saya beberapa hari menjelang pengumpulan berkas. Saya terkapar selama 3 hari. Waktu itu semangat saya untuk menyerah sangat kuat. Sudahlah, mungkin memang bukan takdir saya untuk menjadi mawapres. Saya lupakan seleksi itu dan fokus beristirahat.namun, hati kecil saya menolak, saya harus berjuang meski harus berjuang keras melawan sakit dan rasa ingin menyerah.
Saya paksa diri saya untuk berangkat ke Solo. Dengan diantar bapak saya (karena kaki saya luka parah jadi saya tidak bisa menegndarai motor) saya sampai di kampus. Di sana telah siap sahabat saya Reni yang akan menjadi tukang ojek saya hari itu. Pokoknya semua harus selesai. Alhamdulillah semua berkas saya sudah lengkap dan saya bisa mengumpulkannya terpat waktu. Ternyata calon yang lain belum terlihat. Siti masih mengerjakan berkas berkasnya (seperti biasa dia sukanya mepet-mepet deadline bahkan nekat telat demi pekerjaan terbaik). Sementara itu kabar mengejutkan datang dari Erny. Dia harus gagal mengikuti seleksi karena karya tulisnya hilang dimakan virus, untuk membuat lagi sungguh tidak mungkin disaat deadline. Akhirnya Erny mundur teratur. Dia memahami mungkin memang belum rejekinya untuk menjadi mawapres dan dia mengikhlaskannya. Dia justru mendukung saya dan sifa untuk bersaing. Mengetahui bahwa saingan saya hanya sifa, saya langsung pesimis. Sudahlah, pasti dia yang akan Dipilih. Saya sudah menyipakan hati saya untuk menerima kekalahan, tapi saya sangat bersyukur masih bisa berusaha dan memperjuangkan mimpi saya meski harus kalah. Sebuah nikmat yang belum tentu dimiliki semua orang.
Keputusan pun diambil, Sifa yang akan mewakili prodi kami ke tingkat jurusan. Ironis sekali nasib saya harus kalah ditingkat paling bawah. Jalan Sifa ke tingkat fakultas saya yakin akan sangat mulus karena tidak ada saingan yang bagus dari prodi ataupun jurusan lain (kecuali saya, hehe, peace!). Akhirnya saya hanya akan mendapat gelar sebagai Temannya Mahasiswa Berprestasi,hehe. Saya memang tidak berhasil menjadi mahasiswa berprestasi, namun dari situ saya bisa mengambil hikmah. Mahasiswa berprestasi bukanlah perkara gelar, namun perkara kontribusi. Tidak apa-apa saya tidak mempunyai gelar asalkan saya tidak kehilangan semangat untuk berkontribusi. Karena niat awal saya memang bukan untuk mendapat gelar. Saya menginikan yang lebih dari gelar, sebuah karya nyata, kontribusi bagi diri sendiri dan seluas-luasnya orang lain. Saya menjiwai peran saya sebagai aktivis di kampus besar bernama Universitas Sebelas Maret. Saya akan lebih bangga menjadi seorang aktivis berprestasi yang memberikan kontribusi dan karya nyata.

Advertisements

3 responses to “Saya Bukan Mahasiswa Beprestasi, saya Aktivis Berprestasi, hehe…

  1. kayak aku tin, aku borkontribusi tidak berprestasi he he

  2. maksudku berkontribusi,, salah ketik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: