Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mengejar Amerika Part.2!

on August 18, 2011

Akhir Januari 2011 saya mengalami kecelakaan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Penyebabnya karena saya bohong kepada orang rumah kalau saya mau silaturahim kerumah teman saya padahal saya mau ke kampus untuk ikut dauroh. Tanpa bermaksud bohong saya akan tetap mampir kerumah teman saya setelah dauroh. Namun ternyata Allah saying sekali pada saya sehingga saya diingatkan. Pukul 12 siang saya merasakan pserih diseuruh tubuh. Ternyata saya sudah terbaring di UGD RSU dr.Moewardi dengan infus dan tabung oksgien. Disekitar saya ada ibu, ayah, om, tante, rahmat dan ibuknya, dan beberapa tetangga. Ternyata saya pagi tadi mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri sehingga harus dibawa ke UGD. Menurut cerita saya ngebut dan akhirnya selip, untung saja ini kecelakaan tunggal sehingga tidak ada korban selain saya sendiri. Untung saja saya saat itu pingsan sehingga tidak harus malu karena jatuh sendiri hehe. Memang saat itu saya sedang terburu-buru karena sudah telat. Awalnya saya ragu untuk datang atau tidak karena saya baru pulang sore harinya. Dengan modal basmalah saya nekat berangkat.
Beberapa hari setelah saya mengalami kecelakaan, saya mendapat sebuah telepon misterius. Suara didalam telepon sangat berwibawa tanda orang yang sudah berpengalaman dan berpendidikan. Saya tanggapi telepon itu dengan mencoba santai. Dan saya dibuat terkejut dengan berita yang disampaikan, saya LOLOS seleksi wawancara IELSP di Universitas Sanata Dharma Jogja. Semua sakit saya pasca kecelakaan seakan runtuh dengan kabar bahagia ini. Saya langsung mengabarkannya ke ibu saya, dan ibu saya sangat bahagia. Tanggal 5 februari 2011 saya harus berada di jogja untuk mengikuti wawancara. Sya bergegas menghubungi teman saya untuk nebeng menginap di kostnya dan minta diantar kemana-mana karena saya masih picang akibat luka yang cukup dalam di kaki.
Pagi hari sebelum berangkat, ibu saya membelikan baju baru berwarna coklat untuk saya pakai di wawancara nanti. Saya sangat terharu dan semakin termotivasi. Sepanjang perjalanan di kereta saya membaca kembali proposal beasiswa saya untuk menghadapi wawancara nanti.
Saat wawancara pun tiba, ternyata ada ratusan orang yang punya mimpi seperti saya di temat wawancara, kami saling bersaing dan memberi semangat. Saya mendapat giliran pertama waancara pada pukul 07.30. Diluar dugaan, apa yang ditanyakan di wawancara sama sekali tidak berhubungan dengan proposal yang sudah saya hafalkan. Tapi saya bisa menjawab dengan baik. Selanjutnya saya tinggak berdoa memohon yang terbaik. Dua minggu kedepan peserta yang LOLOS ke amerika akan dihubungi via telepon, semenjak saat itu saya jadi semakin dekat dengan hape saya.
Waktu yang dinanti sudah berlalu namun tidak ada kabar apa-apa tentang IELSP. Saya coba menghubungi rekan-rekan saya yang juga mengikuti wawancara. Ternyata memang saya tidak lolos. Lagi, saya harus menelan kecewa atas perjuangan saya selama ini untuk beasiswa tersebut. Lagi, saya tidak akan berhenti berprasangkan baik kepada Allah. Mungkin saya gagal untuk mendapatkan beasiswa 2 bulan di Amerika, tapi saya suatu saat akan ke Amerika, mungkin bukan dalam rangka beasiswa namun dalam kesempatan yang lain. Selama kita berusaha dengan sungguh-sungguh Allah pasti memberikan jalan dan Dia tidak pernah mendholimi hambaNya sedikitpun. Semua lelah dan pengorbanan telah dinilai oleh Allah, dan Dia yang akan memberikan balasannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: