Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mengejar Amerika Part.1!

on August 18, 2011

Sebuah beasiswa belajar bahasa inggri selama dua bulan ditawarkan bagi mahasiswa Indonesia. Sebagai manusia normal yang punya mimpi tinggi tentunya saya tidak akan melewatkan kesempatan itu. IELSP ( Indonesian English Language Study Program) nama program itu. Sekitar bulan Januari 2011 saya mendaftar IELSP Cohort 9. Semua persyaratan saya lengkapi dan mimpi ke Amerika saya sebut dalam setiap doa dan dzikir saya. Tiba pada H-2 deadline. Saya sudah siap mengirimkan semua berkas. Pada saat itu bertepatan dengan acara up-grading ESA tanggal 8 Januari 2011 dan saya menjadi seksi acaranya, sebuah jabatan yang super penting. Karena saya harus mengirikan berkas-berkas akhirnya saya ijin ke teman-teman untuk berangkat naik motor saja dan akan sampai di lokasi sebelum jam 11.
Dengan penuh keyakinan saya memeriksa setiap berkas dengan membaca basmalah di setiap lembarnya. Astagfirullah, Gubrakkkkkk!!!!! KTP saya sudah expired tertanggal 4 januari 2011. Dengan muka panic saya langsung menelepon ibu saya dan katanya kecamatan tutup pukul 12 sedangkan saat itu sudah hamper pukul 11. Saya bergegas pulang ke rumah, perjalanan 1 jam saya tempuh dengan harap-harap cemas. Saya harus mendapat KTP baru atau melupakan mimpi ke Amerika, karena file harus sudah sampai di Jakarta pada tanggal 10 Januari 2011. Saya mengabarkan yang saya alami ke teman-teman ESA dan langsung kembali pulang. Sampai dirumah saya menodong om saya untuk mengantarkan ke kecamatan. Sampai di kecamatan saya harus kecewa karena petugasnya sedang bertugas di kota. Tanpa bisa terbendung lagi saya menangis di depan petugas-petugas kecamatan, haruskah saya melupakan mimpi yang sudah sangat dekat dan saya perjuangkan selama ini? Om saya berusaha menenangkan dan menjamin bahwa saya akan dapat KTP maksimal malam itu.
Dengan segala upaya akhirnya kami berhasil memaksa petugas untuk membuatkan saya KTP pada pukul 17.30 petang dan akhirnya saya berhasil mendapatkan KTP. Walau hasilnya jelek sudah cukup untuk membuat saya optimis kembali. Usai magrib saya harus mengirikan berkas ini kea gen pengiriman yang ada di kota. Usai shalat saya memasukkan semua berkas dan memerikas satu persatu dengan seksama. Ibu dan bapak saya pun turut serta, saya melihat kebanggaan dan optimism di mata mereka dan ini semakin membakar semangat saya.
Kamipun berangkat menuju kota sragen. Tujuan pertama kami TIKI dan sayang sekali sudah tutup. Kami beralih ke kantor pos yang masih buka. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.00. Kantor pos tidak bisa membantu karena pengiriman barang sudah ada dan akan dikirm lagi pada hari senin, tanggal 10. Saya mulai berkecil hati. Tapi ayah saya tidak patah semangat. Kami kembali ke kantor TIKI dan menggedor rumah dibelakangnya. Ternyata pemilik rumahnya sedang keluar. Kami menunggu hanya untuk memperoleh informasi mengenai pengiriman barang ke Jakarta secepatnya. Saya coba menguhubungi teman-teman saya yang ada di kota, beberapa menyarakan untuk ke JNE. Tidak lama berselang pemilih rumah datang. Dia keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri kami. Tanpa babibu ayah saya langsung menanyakan maksud dan tujuan kami. Pemilik rumah itu menyarankan kami untuk ke JNE dan disana ada paket pengiriman jaminan sehari sampai tapi waktu itu pasti kantornya sudah tutup. Seakan memahami keterdesakan saya dan ayah saya, sang pemilik rumah menyarankan kami untuk datang langsung kerumah petugas JNE di daerah perumahan Puro Asri. Ayah saya langsung membawa saya meluncur ke lokasi.
Sampai di perumahan kami harus mencari satu nama orang diantara ratusan rumah. Dengan sedikit berputar-putar dan kebingungan kamipun sampai di rumah petugas JNE. Kami harus kembali menelan kecewa. Si mas petugas belum pulang kerumah, kami harus menunggu. Waktu itu sudah pukul 21.00. sembari menunggu, kami ngobrol dengan bapaknya si mas JNE. Ternyata beliau adalah veteran perang Timor Timur. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan veteran, salah satu keinginan saya yang tidak sengaja terwujud namun pasti sudah ditakdirkan oleh Allah. Beliau bercerita mengenai kerasnya perjuangan di medan perang. Beliau juga sempat terkena ranjau dan tak sadarkan diri selama 1 minggu. Waktu itu ayah saya secara spontan bertanya, “ lha kalau perang begitu apa gak capek pak?”, sebuah pertanyaan yang wajar namun dijawab dengan luar biasa, “kalau kita sudah di medan perang rasa capek itu tidak ada, yang ada hanya semangat untuk NKRI”. Saya jadi membandingkan apa yang dialami bapak veteran dengan yang saya alami sekarang. Mimpin bapak veteran adalag untuk menjaga keutuhan NKRI dan dia rela meninggalkan keluarga, berlelah-lelah bahkan bertaryuh nyawa demi mimpinya. Apa yang saya alami saat ini tidak ada apa-apanya. Lalu saya juga berpikir, apa yang bisa saya berikan untuk NKRI ini suatu saat?? Semoga dengan beasiswa ini saya bisa belajar banyak dan bisa membangun Indonesia di masa yang akan datang.
Penantian mas JNE berakhir sudah, sekitar pukul 21.20 si mas JNE pulang. Dia langusng bergegas melayani kami yang sudah cukup lama harap-harap cemas. Dengan sedikit penerangan mengenai JNE si mas JNE langsung menimbang berkas saya dan menawarkan paket YES (Yakin Esok Sampai). Tanpa berpikir panjanga ayah saya langsung mnegiyakan dan membayar biaya pengiriman. Akhirnya misi pengiriman pun berhasil dan saya sangat lega bisa melewati ujian selama sehari ini. Sekita pukul 22.00 kami tiba kembali dirumah. Sebuah perjalanan yang melelahkan, sangat menguji ketangguhan dan kesabaran. Saya bersyukur mempunyai orang tua, om, dan teman-teman yang baik. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua. Selanjutnya saya hanya tinggal menunggu panggilan wawancara (kalau lolos).
Sementara itu pikiran saya melayang ke ESA, bagaimanakah keadaan teman-teman dilokasi up grading. Dengan tekad bulat saya harus ke lokasi besok pagi walau saya yakin tidak akan diijinkan oleh orang tua saya, tapi saya punya tanggungjawab disana yang harus saya tunaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: